A Project by Southern Research Center Ltd.

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

"Jika kemacetan tidak dapat teratasi, Jakarta akan macet dan berhenti total pada tahun 2022."

Pernyataan itu dikeluarkan oleh Lembaga konsultasi asal Amerika Serikat, The Boston Consulting Group. Hal yang cukup masuk akal mengingat jumlah volume kendaraan hingga tahun ini mencapai  lebih dari 22.300.000 dan diprediksi akan terus bertambah. Sementara dari sisi lingkungan, 22 juta metrik ton CO2 per tahun dikeluarkan dari knalpot mobil-mobil di Jakarta, dan itu belum termasuk dengan sepeda motor.

Jakarta adalah satu dari sekian banyak kota-kota yang ada di dunia yang sedang mengalami permasalahan kemacetan. Kota-kota di Amerika seperti Los Angeles dan New York bahkan mengalami kemacetan yang lebih buruk dibanding dengan Jakarta. Mereka bisa menghabiskan 90-100 jam dalam setahun untuk duduk dalam kemacetan.

MUSIM DINGIN TRANSPORTASI

Menengok dua abad sebelumnya. Manusia menemukan sepeda untuk pertama kalinya saat mereka mengalami kesulitan dengan musim dingin yang mengakibatkan kuda, moda transportasi jaman itu, tidak bisa mengantarkan mereka ke tempat tujuannya. Kemudian perlahan namun pasti, dengan ditemukannya mesin uap, dan kemudian mesin yang saat ini kita kenal dengan otomotif, dengan segala kemudahan dan efisiensi, membuat transportasi kuda perlahan ditinggalkan.

Masalah yang sama kemudian mendatangi peradaban kita saat ini. Transportasi otomotif sekarang mengalami "musim dingin"nya saat ini. Dimana mobil-mobil mulai tidak bisa digerakkan, dikarena kan terbatasannya space dalam perkotaan. Kami merasa perlu adanya revolusi transportasi kembali dalam hal ini adalah mengganti kendaraan yang memakan space banyak seperti mobil, dengan sesuatu yang lebih efisien untuk zaman sekarang.

"Sekali lagi, sepertinya manusia perlu mengevolusi sistem transportasinya."

PERADABAN DIGITAL

Peradaban manusia di abad 21 sedang berada di sebuah dunia digital yang perkembangannya sangat pesat. Hanya dalam kurun waktu 5 dekade, manusia sudah mampu berkomunikasi dengan sesamanya dengan jarak ratusan ribu mil dengan sebuah benda kecil bernama telepon genggam. Belum lagi dengan ditemukannya "tanah baru" yang bernama Internet, manusia semakin mudah dan cepat dalam melakukan interaksi dengan sesamanya untuk memenuhi kebutuhannya. Mesin-mesin baru dan muktakhir diciptakan manusia setiap tahunnya dengan pembaharuan yang sangat signifikan. Mesin itu kemudian banyak mengisi berbagai sektor kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial-budaya. Semua perlahan "bermigrasi" ke dunia digital

Namun untuk sekarang, tren transportasi kita masih menggunakan "kuda" di abad 21. Dengan peradaban digital yang kita punya, kenapa kita tidak memigrasikan kendaraan bermotor menuju dunia digital?

KONSEP LAMA, PEMAHAMAN BARU

Mungkin beberapa dari anda sudah mulai menangkap maksud kami. Ya, kami ingin menggiring persepsi anda terhadap konsep teleportasi. Atau ahasa mudahnya, berpindah tempat dalam sekejap. Konsep ini sudah lama kita dengar dari peradaban manusia sebelumnya. Hal yang dahulu kita anggap mustahil, mulai dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan kita. Dan ternyata tanpa kita sadari pula, sebenarnya teknologi itu telah kita temukan setelah kita masif mengembangkan teknologi berbasis digital. Ambil saja contoh telepon genggam, benda ini mampu memindahkan gambar, dokumen, suara, dan bahkan audio-visual secara real-time ke berbagai tempat di dunia. 

Tapi, bukankah memindahkan gelombang dan materi adalah dua hal yang berbeda? Akan terlalu panjang apabila kami jelaskan teorinya. Tapi yang jelas, setelah penelitian kami selama bertahun-tahun, kami telah bisa menyimpulkan, bahwa hal itu bisa terjadi.

Konsep mudahnya :
Subyek diubah kedalam bentuk digital (lewat sebuah "sinyal") --> subyek masuk kedalam "mobil" digital --> perjalanan dimensi digital (fiber optik = cahaya)  --> subyek diubah kembali ke bentuk semula.

PERKEMBANGAN PENELITIAN : PERMOHONAN BANTUAN

Tentu kami paham tidak mudah bagi anda untuk percaya dengan tulisan ini. Namun, kami sangat menghargai anda karena telah membaca artikel ini. Alasan kami membagikan penelitian yang seharusnya tidak publik ini adalah karena beberapa alasan. Salah satu diantaranya adalah kami mengalami kekurangan dana akibat sistem kami diretas oleh sebuah sebuah kelompok cyber. Hal itu membuat kami menjadi kesulitan mencari volunteer yang memenuhi kriteria penelitian kami.

Untuk itu kami mengajak siapapun dari kalian untuk membantu proyek ini dengan mengisi form yang ada dibawah. Kami akan menyaring dan beberapa dari kalian yang beruntung akan kami berikan "aplikasi" yang akan dapat membawa kalian berpetualang diberbagai tempat dalam sekejap. Aplikasi yang kami namai Anomaly Reality tersebut akan secara otomatis terkirim ke gadget anda setelah kami selesai mengembangkan versi betanya. Anda akan dapat menjelajah dalam lingkup satu kota versi beta tersebut selama 1 hari, dengan pengawasan penuh dari kami.

Terakhir, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan partisipasi anda. Semoga proyek ini dapat berhasil dan selanjutnya dapat membantu umat manusia mengatasi krisis traffic yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia.

Peneliti dari Southern Research Center Ltd.
Scroll To Top